Peringatan Milad ke-64 Fakultas Sastra UISU tahun ini dilaksanakan berbeda seperti tahun sebelumnya. Selain acara seremoni, kegiatan Milad ke-64 tahun Fakultas Sastra tahun ini diisi dengan kegiatan sosial yaitu “Sastra UISU Bersedekah”. Dengan melibatkan seluruh sivitas akademika Fakultas Sastra, yang terdiri dari Dosen, Pegawai, Mahasiswa, serta Alumni, Sastra UISU Bersedekah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 15.742.500 yang dibagikan dalam 207 paket sembako. Paket sembako tersebut didistribusikan oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Sastra UISU ke Panti Asuhan, Rumah Tahfiz, dan Fakir Miskin di wilayah Medan, Deli Serdang, dan Kabupaten Karo.

Pelaksanaan Milad dimulai dengan acara Pengajian yang diisi oleh narasumber Prof. Drs. H. Jumino Suhadi, M.A., Ph.D. yang merupakan Guru Besar Fakultas Sastra UISU dengan tema “Mengemas Kerja Akademik Sebagai Ibadah”. Acara dilaksanakan secara khidmat, penuh kekeluargaan dan sederhana. Peringatan yang digelar di Aula Fakultas Sastra UISU Medan ditandai dengan pemotongan tumpeng (26/2).

Kegiatan itu langsung dihadiri Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP beserta pimpinan Universitas dan Fakultas Sastra UISU. Turut hadir dalam acara itu, Wakil Rektor Akademik dan Dakwah Islamiyah Dr. Liesna Andriany, M.Pd, Wakil Rektor Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Ahmad Bakhori, ST, MT, Wakil Rektor Kerjasama dan Sistem Informasi Andang Suhendi, SS. MA, Dekan, Dr. H. Purwanto Siwi, SS. MA, Wakil Dekan, dosen, pegawai, mahasiswa, dan alumni.

Dekan Fakultas Sastra UISU, Dr. H. Purwanto Siwi, M.A. menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama semua unsur sivitas akademika Fakultas Sastra UISU. Beliau mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak terkait sembari mengajak seluruh sivitas akademika Fakultas Sastra UISU untuk sama-sama memajukan Fakultas Sastra UISU.

Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP pada kesempatan itu terus memotivasi agar Fakultas Sastra bisa memperoleh akreditasi unggul. Disamping itu ditekankan juga untuk melahirkan lulusan yang diterima pasar kerja. “Tantangan besar Fakultas Sastra saat ini adalah melahirkan lulusan yang siap ditampung dunia kerja,”kata Rektor.

Menurut Rektor, pencapaian pada Kampus Merdeka Merdeka Belajar adalah suatu keharusan. Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. “Model Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa,”katanya

Sisi lain juga,katanya, mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya. Dikatakannya, melalui program merdeka belajar dirancang untuk meningkatkan skill mahasiswa.”Implementasinya, akan membentuk hard dan soft skills mahasiswa,”ujarnya.

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dinilai dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat, ucapnya. Rektor juga berpesan, jajaran di Fakultas Sastra UISU untuk saling bekerjasama, dan saling melengkapi kekurang masing-masing, sehingga hasil yang dicapai bisa lebih baik.(***)