Medan, 25 Juli 2026 – Fakultas Sastra Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) sukses menyelenggarakan Annual Language, Literature & Culture International Conference (ALICIO) 2026 secara daring pada 25 Juli 2026. Konferensi internasional ini mengusung tema “Voices Unheard: Inclusive Languages, Literature, and Cultural Narratives”, yang mengangkat pentingnya memberikan ruang bagi berbagai suara, pengalaman, identitas, dan narasi yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya.
Pelaksanaan ALICIO 2026 menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Sastra UISU dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan akademisi dan institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara. Konferensi ini menjadi ruang bagi dosen, peneliti, akademisi, dan peserta untuk bertukar gagasan, menyampaikan hasil penelitian, serta mendiskusikan berbagai persoalan aktual dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Dr. Devi Pratiwy, S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ALICIO 2026, khususnya para keynote speakers dan peserta yang berasal dari berbagai negara. Penyelenggaraan konferensi internasional ini diharapkan dapat menjadi wadah produktif bagi pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan akademik lintas negara.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Sastra UISU, Dr. Purwanto Siwi, S.S., M.A. Ia menyampaikan bahwa kegiatan konferensi internasional merupakan bagian penting dari upaya Fakultas Sastra UISU untuk meningkatkan kualitas akademik dan memperluas eksistensi institusi di tingkat global. Forum internasional memberikan kesempatan kepada sivitas akademika untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar perspektif dengan akademisi dari berbagai negara, serta membuka peluang kolaborasi akademik dan penelitian di masa mendatang.
Mewakili Yayasan Wakaf UISU, Ketua Bidang OSDM, Dr. Dani Sintara, S.H., M.H., turut memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan yang berbasis internasional sebagai bagian dari pengembangan kualitas perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan internasional memiliki nilai strategis dalam memperluas jejaring akademik, meningkatkan daya saing institusi, serta mendorong terbentuknya berbagai bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga akademik di tingkat global.
Sementara itu, Rektor UISU yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Dakwah Islamiyah, Prof. Dr. Marzuki, S.H., M.Hum., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka ALICIO 2026. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi terhadap Fakultas Sastra UISU yang telah menyelenggarakan konferensi bertaraf internasional sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik dan peningkatan kontribusi UISU dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Pembukaan tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan ilmiah ALICIO 2026.
Konferensi menghadirkan lima keynote speakers dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Arran Stibbe dari University of Gloucestershire, United Kingdom (UK); Dr. Wan Zumusni binti Wan Mustapha dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kampus Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia; Dr. Pardi, S.S., M.S. dari Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia; Prof. Dr. Denni Iskandar, M.Hum. dari Universitas Syiah Kuala, Indonesia; serta Dr. Gede Primahadi Wijaya Rajeg dari Universitas Udayana, Indonesia. Kehadiran para pembicara tersebut memperkaya perspektif akademik yang dibahas sekaligus memperkuat karakter internasional konferensi.
Sesuai dengan tema “Voices Unheard: Inclusive Languages, Literature, and Cultural Narratives”, ALICIO 2026 memberikan ruang pembahasan yang luas dalam tiga bidang utama, yaitu Language Studies and English Language Teaching, Literary Studies, dan Cultural Studies. Pada bidang bahasa dan pengajaran bahasa Inggris, berbagai isu yang menjadi perhatian meliputi bahasa inklusif dan keadilan linguistik, bahasa dan kekuasaan, ideologi, representasi kelompok marginal, multilingualisme, code-switching, inklusi sosial, kebijakan bahasa, bahasa minoritas, wacana digital, pedagogi inklusif, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa.
Dalam bidang kajian sastra, konferensi mengangkat berbagai persoalan seperti suara kelompok marginal dalam teks sastra, kajian pascakolonial, feminisme dan sastra minoritas, trauma dan memori, etika dan keadilan sosial dalam narasi sastra, sastra masyarakat adat dan kearifan lokal, serta penerjemahan, adaptasi, dan representasi budaya. Sementara itu, kajian budaya mencakup persoalan narasi budaya, identitas dan kekuasaan, budaya populer dan politik representasi, pengetahuan masyarakat adat, keberlanjutan budaya, media dan komunitas marginal, globalisasi, lokalisasi, hibriditas budaya, serta aktivisme budaya dan perubahan sosial.
Konferensi ini mendapat antusiasme yang tinggi dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Filipina, India, dan Indonesia. Keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa ALICIO 2026 mampu menjadi ruang pertemuan akademik yang mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman dari latar belakang budaya yang berbeda.
Pelaksanaan secara daring melalui platform digital juga memungkinkan para pembicara dan peserta dari berbagai wilayah untuk berpartisipasi secara lebih luas tanpa terkendala jarak geografis. Hal tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan Fakultas Sastra UISU dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan kegiatan akademik dan penguatan jejaring internasional.
Selain forum presentasi dan diskusi ilmiah, ALICIO 2026 juga memberikan sejumlah manfaat akademik bagi peserta, seperti publikasi pada conference proceedings dan sertifikat. Fasilitas tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap pengembangan karya ilmiah para peserta.
Keberhasilan penyelenggaraan Annual Language, Literature & Culture International Conference (ALICIO) 2026 menjadi momentum penting bagi Fakultas Sastra UISU untuk terus mengembangkan kegiatan akademik yang berorientasi internasional. Melalui kegiatan ini, Fakultas Sastra UISU tidak hanya memperluas jejaring akademik dengan berbagai negara, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di bidang bahasa, sastra, dan budaya.
Dengan mengangkat semangat “Voices Unheard”, ALICIO 2026 diharapkan dapat menjadi agenda akademik yang berkelanjutan dalam menciptakan ruang dialog yang inklusif, mempertemukan beragam perspektif, serta mendorong lahirnya gagasan dan kolaborasi baru dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya di tingkat nasional maupun internasional.


You must be logged in to post a comment.