Medan – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) melalui Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara melaksanakan Seminar Nasional bertema “Pengembangan Ekonomi Syari’ah Melalui Inisiasi Wakaf Hijau dan Pengembangan Ekosistem Halal Sumatera Utara Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di Grand Inna Hotel Medan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UISU dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Wakaf Hijau (Green Waqf). Konsep tersebut menempatkan wakaf sebagai instrumen yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Seminar Nasional tersebut menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, sebagai pembicara kunci dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup memberikan penekanan strategis terhadap pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Fakultas Sastra UISU Turut Ambil Bagian

Sebagai bagian dari sivitas akademika UISU, Fakultas Sastra turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan sejumlah peserta. Peserta dari Fakultas Sastra terdiri atas Dr. Purwanto Siwi, SS, M.A (Dekan), Purwarno, SS, M.A (Wakil Dekan ADI), Dr. Pardi, SS, M.S (Wakil Dekan STK), Sri Wulan, SS, M.S (Wakil Dekan KAK), Prof. Dr. M. Manugeren, MA (Ka.Prodi S3 Kajian Bahasa Inggris), Dr. M. Ali Pawiro, SS, M.A (Ka.Prodi S2 Sastra Inggris), Dr. Ely Ezir, M.S (Ka.Prodi S1 Sastra Inggris), Dr. Devi Pratiwy, SS, M.Hum, Dr. Rahmawati, S.Pd. M.Hum, Dr. Aprili Yanti, S.Pd, M.Hum, serta dua mahasiswa.

Kehadiran berbagai unsur civitas akademika dari Fakultas Sastra UISU tersebut menunjukkan dukungan Fakultas terhadap program-program strategis yang dilaksanakan oleh UISU. Partisipasi lintas jenjang pendidikan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi sivitas akademika Fakultas untuk memperluas wawasan mengenai isu ekonomi syariah, wakaf produktif, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan ekosistem halal.

Keikutsertaan mahasiswa dan dosen juga memperlihatkan bahwa isu lingkungan tidak hanya menjadi perhatian bidang ilmu yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan, tetapi merupakan persoalan multidisipliner yang membutuhkan kontribusi berbagai bidang keilmuan. Dalam konteks perguruan tinggi, gagasan tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Seminar tersebut juga memperkuat gagasan bahwa Wakaf Hijau dapat dikembangkan sebagai salah satu instrumen untuk menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan agenda keberlanjutan lingkungan. Pengembangan wakaf produktif untuk penghijauan, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan menjadi bagian dari gagasan besar yang didorong dalam kegiatan tersebut.

Melalui keikutsertaan Fakultas Sastra, UISU menunjukkan bahwa penguatan kesadaran lingkungan dan pembangunan berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Kehadiran berbagai unsur civitas akademika Fakultas Sastra UISU dalam Seminar Wakaf Hijau diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta mendorong lahirnya gagasan dan kontribusi akademik yang mendukung ekonomi syariah, keberlanjutan lingkungan, dan pencapaian Indonesia Emas 2045.